Iklan

Ketua PC Lesbumi NU Magelang Berikan Kuliah Umum di Fakulltas Tarbiyah dan Keguruan INISNU Temanggung

5/29/2024, 11:06 WIB Last Updated 2024-05-29T04:06:56Z

 

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, beserta Ormawa dan UKM Teater Petromas 11 PM INISNU Temanggung gelar Ngaji Kebangsaan dan Kebudayaan pada Selasa (28/05/2024). Dalam Kesempatan itu, menghadirkan Gus Abbet Nugroho, M.Ap. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula INISNU Temanggung tersebut, juga dihadiri Dekan FTK, Ketua beserta jajaran Perkumpulan Seni Jaran Kepang (PSJK) Temanggung, Praktisi Pendidikan Dasar, Ormawa, UKM dan mahaiswa INISNU Temanggung, 

Dalam sambutannya, Dekan FTK, Andrian Gandi Wijanarko, menyampaikan pentingnya kegiatan ini bagi mahasiswa PGMI, PIAUD, MPI dan PAI INISNU Temanggung. “Perguruan Tinggi memiliki peranan penting dalam pemajuan kebudayaan dengan pelibatan akademisi, mahasiswa, praktisi Pendidikan, pelaku budaya, komunitas seni dan pemerintah daerah, media dan lainnya. Kebudayaan menjadi nafas dari kelangsungan hidup bangsa, darah kepribadian, mentalitas, dan nilai-nilai kebangsaan. Nilai-nilai kebudayan dan ajaran agama penting untuk disemai dan disebarluaskan mahasiswa sesuai dengan bidangnya bahwa menjaga dan melembagakan kebudayaan adalah bagian dari ajaran agama dan bernegara.” Ungkapnya 

Selain itu, pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada Gus Abbet Nugroho, M.Ap. yang telah memberikan kesempatan bagi dosen dan mahasiswa PGMI untuk melaksanakan kegiatan kolaborasi pada mata kuliah Perencanaan & Evaluasi Pembelajaran yang telah dilaksanan pada Sabtu (18/52024) di Kampung Dolanan Nusantara Borobudur.

Selanjutnya, Gus Abbet Nugroho, M.Ap. memaparkan begitu pentingnya peran guru dan tenaga kependidikan. “Guru dan tenaga kependidikan merupakan garda pembawa perubahan. Soal karakter, akhlakul karimah. Pembawa dan penerus yang mewariskan pada generasi selanjutnya. Soal Pendidikan, beliau menekankan dalam menjalaninya perlu kita petakan antara ladang penghasilan dan pengabdian. Hidup ditugaskan untuk menghidupi tidak hanya sekadar untuk kita, namun juga untuk orang lain (urip iku urup). Orang yang besar banyak memikirkan oranglain, maka perlu ladang pengabdian, sehingga kita memiliki nilai. Pihaknya berpesan mahasiswa dapat mengakomodir dan memberikan solusi dalam kemasyarakatan.” tandas Ketua PC Lesbumi NU Magelang.

Fenomena sekarang anak Indonesia kehilangan kemerdekaanya, hidupnya terampas oleh modernisasi, teknologi, khususnya gawai dan game online. Hal ini membentuk sifat dan karakter anak yang individualis, apatis, mudah marah, tidak sabar, emosinya kurang terkontrol, menyerang, dan berbagai penyimpangan psikis lainya.

Pihanya menekankan pentingnya dolanan tradisional “Permainan tradisional harus dilestarikan dan di gelorakan kembali sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa dan juga sebagai sarana edukasi, khusunya dalam peranya untuk pembangunan karakter positif anak-anak Indonesia. Akan berbeda, antara anak yang biasa bermain tradisional dan yang tidak dalam bersosial. Mereka lebih peka dalam kegiatan sosial karena rasa terolah. Pengalaman masa kecil terbawa sampai dewasa.” Pungkas Owner Kampung Dolanan itu.

Ketua PSJK Temanggung beserta jajarannya. Pihaknya juga mrngungkapkan harapan akan seni Jaran Kepang Temanggung. “Jaran Kepang penting dilestarikan melalui upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan dalam Pendidikan. Bulan Juli mendatang, kami akan mengadakan Jamasan Ageng Bala Turangga di Tuk Budaya Tlogomulyo Temanggung. Kami bekerjasama dengan beberapa komunitas dan INISNU Temanggung. Pihaknya berharap kegiatan ini menjadi perhatian khusus pemerintah melalui dinas terkait dalam mewujudkan harapan pelsetarian seni jaran kepang di Kabupaten Temanggung.” Pungkasnya 

Acara tersebut berlangsung meriah dan peserta terlibat aktif dalam kegiatan hingga usai (*)

Komentar

Terkini

Sejarah

+