Iklan

Mujahadah Sedekah Ramadhan Ansor Mertoyudan

5/17/2020, 04:40 WIB Last Updated 2020-05-16T21:41:39Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


MERTOYUDAN - Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Mertoyudan menggelar mujahadah sedekah Ramadhan pada hari Sabtu Malam (16/05) di Sekretariat GP Ansor Mertoyudan yang berlokasi di dusun Gentan, Pasuruhan. 

Kegiatan ini tidak mengundang seluruh kader NU melainkan dilakukan secara daring oleh Madinu (Mata Digital NU Mertoyudan) mengingat situasi dan kondisi untuk selalu menjaga jarak serta acara kumpul-kumpul bersama berskala besar.

Samsul Arifin selaku ketua GP Ansor Mertoyudan mengatakan bahwa agenda Sedekah Ramadhan sudah direncanakan sejak awal Ramadhan akan tetapi baru saat ini bisa merealisasi. 

"Ini merupakan awal dan rencana akan dilanjutkan pada bulan Syawal mendatang. Bersedekah diwaktu luang itu biasa namun bersedekah diwaktu sempit itu luar biasa." Tambahnya.

Mujahadah dipimpin oleh Zaenal Muflikhin selaku pengurus Riajalul Ansor Kecamatan Mertoyudan dengan ditutup doa oleh Habib Umar bin Yahya dari Kembangan Sumberejo.

Habib Umar juga menyampaikan daripada dampak virus corona covid - 19 adalah masalah ekonomi. 

"Jadi tepat sekali ketika PAC GP Ansor Mertoyudan mengadakan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan atas dampak ini, terlebih dibulan Ramadhan ini." Imbuhnya

Habib Umar juga menegaskan kepada masyarakat dalam menghadapi dampak atau efek wabah tersebut jangan terlalu panik sebab Alloh SWT mempunyai kekuasaan yang lebih dari belenggu yang diciptakan oleh hal tersebut maupun efeknya. Alloh SWT lebih kuat dari itu semua.

"Kekuatan atau kebiasaan aqidah Nahdhatul Ulama adalah kekuatan yang berpegang teguh pada Alloh SWT dan jangan khawatir terhadap apa yang terjadi dan menimpa pada kita. Yakinlah bahwa Alloh akan memberikan kemudahan kemudahan." tegasnya lagi.

Lailatul Qodar

Habib Umar juga mwnyampaikan bahwa Lailatul Qidar memiliki keistimewaan dimana ketika beribadah diwaktu tersebut setara dengan beribadah selama seribu bulan atau kurang lebih delapan puluh tahun. 

"Menurut Ulama NU bahwa Lailatul Qodar tidak hanya terjadi pada sepuluh hari terakhir dibulan Ramadhan namun bisa saja datang atau terjadi setiap saat. Termasuk kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan Lailatul Qodar karena kita telah melakukan sesuatu disaat sulit." tambah Habib Umar. 

Dijelaskan lagi bahwa tanda tanda Lailatul Qodar sendiri bisa dirasakan bahwa saat itu suasana nyaman, tenang, tidak hujan dan panas dan seterusnya. Namun berdasarkan ayatnya bahwa Lailatul Qodar adalah mengarah pada umat yang melakukan  dzikir, melakukan kebaikan kebaikan dengan tidak ada beban pada diri umat manusia itu sendiri.

Kontributor: Akhmad Nur Rokhman
Editor: Thoyyib Rizqi
Komentar

Terkini