Iklan

Ngaji Kitab Manaqib Karya Al-Maghfurlah KH. Dalhar Watucongol

6/13/2020, 09:52 WIB Last Updated 2020-06-13T02:52:32Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
(Kitab Manaqib Karya Al-Maghfurlah KH. Dalhar Watucongol)

Oleh Abdul Aziz Idris Abdan

Di masanya Beliau adalah salah satu rujukan pokok masyarakat di Magelang dan sekitarnya, banyak Ulama, Kyai lahir dari didikan Beliau. Ternyata di tengah kesibukan Beliau mengasuh santri santri dan masyarakat Beliau seperti juga Ulama kebanyakan menulis karangan, kitab salah satu kitab yang sudah di cetak adalah kitab Manaqib, biografi pendiri Thoriqoh Syadziliyyah, Al-Imam Abul Hasan Ali bin Abdulloh Al-Syadzily atau sering maayhur dengan sebutan Imam Syadzaly. Di sampul kitab ini judulnya Tanwirul Ma'aaly fi Manaqib Al-Syaikh Ali Abil Hasan Al-Syadzily, tetapi di halaman empat disebut Al-Tasabbuh Al-Shoghir bi Al-Akabir fi Dzikri nubzatun min manaqib ustadzi Al-Kabir.

Dalam pembukaan kitab ini disebut tujuan penulisan kitab Manaqib ini adalah supaya kita mengerti tata cara thoriqoh Syadziliyyah, faidah ikut Thoriqoh Syadziliyyah, dan supaya kita semakin senang dengan lelampahan ( amaliyah ) dari Syekh Abu Hasan Al-Syadzily yang menunjukkan kepada perilaku, akhlaq dari Nabi Besar Muhammad SAW. 

Dalam pandangan para Ulama bahwa kisah kisah, kabar dari perjalanan hidup orang orang terdahulu sangat besar sekali pengaruh dan kesannya bagi setiap orang. Sebagaimana disebut dalam Al-Qur'an surat Al-Arof ayat 176 : 
فَٱقْصُصِ ٱلْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
" Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir." 
Dalam kitab tafsirnya Imam Al-Thohir Ibnu 'Asyur menyebut :
فَإنَّ في القَصَصِ تَفَكُّرًا ومَوْعِظَةً فَيُرْجى مِنهُ تَفَكُّرُهم ومَوْعِظَتُهم، 
" Sesungguhnya dalam kisah kisah ada perenungan dan mauidzoh,  pitutur ( pelajaran ) yang diharapkan darinya perenungan dan pengambilan pelajaran tersebut". 

Dan Nabi SAW pun seringkali bercerita tentang berita umat terdahulu yang dalam cerita tersebut terkandung hikmah, pelajaran dan makna yang banyak. Untuk menguatkan keimanan para sahabat, meneguhkan hati sahabatnya dalam keimanan, dan sekaligus mencerahkan dan mendamaikan perasaan dan jiwa mereka. 
Dari titik inilah Al-Imam Al-Junaid mengatakan : 
الحكايات جند من جنود الله تعالى ليثبت الله عز وجل بها قلوب أوليائه .
" Cerita cerita adalah tentara dari beberapa tentara. Alloh tetapkan hati para kekasihnya dengan hal tersebut". 
Kemudian ada yang menyela beliau mana dalilnya, Beliau menyebut ayat 
وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
" Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang orang yang beriman". 
Bahkan Imam Abu Hanifah mengatakan : 
الحكايات عن العلماء ومحاسنهم أحب إلي من كثير من الفقه، لأنها آداب القوم 
" Cerita cerita dari para Ulama dan hal hal yang baik dari mereka lebih aku sukai daripada banyak masalah fiqh, karena ( dalam cerita tersebut ) ada adab adab kaum ( para ulama )."
Salah satu nilai faidah dari cerita para ulama sebagaimana disebut oleh Imam Sufyan bin Uyainah : 
عند ذكر الصالحين تهبط الرحمة 
" Ketika disebut para orang sholih turunlah rahmat Alloh ".
Sebagaimana juga disebut dalam kitab manaqib ini 
اذ بذكرهم تفتح أبواب السموات العالية 
Semoga dengan telaah ini Alloh turunkan rahmat bagi masyarakat Indonesia umumnya warga Nahdhiyyin khususnya. 
Alfatihah ...

Bersambung 

Pangkat, 13 juni 2020

_________________
Penulis adalah Wakil Katib Syuriah PCNU Kabupaten Magelang
Komentar

Terkini