Iklan

PMII Magelang Hadirkan Savic Ali dalam Bedah Buku Menjerat Gus Dur

3/04/2020, 16:44 WIB Last Updated 2020-03-04T09:44:55Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Magelang - Pengurus Cabang PMII Magelang bekerjasama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Magelang mengadakan bedah buku "Menjerat Gus Dur" pada hari Selasa, 3 Maret 2020 di Aula Kesbangpol Kota Magelang yang diikuti oleh pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum, organisasi dan komunitas.

Hadir sebagai narasumber Savic Ali (Direktur NU Online), KH. Ahmad Labib Asrori (Katib Syuriah PCNU Kabupaten Magelang) sebagai pemantik pada acara tersebut. Tak kurang 100 orang hadir pada acara ini. 

Bertindak sebagai moderator adalah Moh Zaenal Arifin (Sekretaris PMII Magelang).

Savic Ali mengungkapkan bahwa "buku ini merefleksikan kembali sejarah-sejarah yang faktual, bukan sekedar opini yang mendorong untuk bisa menjustifiksi sejarah diera Gus Dur. Acara ini juga sebagai dialog keilmuan dan akademisi yang  bisa mnunjang wawasan sebagai pelopor penegak supremasi keadilan yang merefleksikan pada zaman Gus Dur dulu,”

"Penting juga bagi masyarakat millenial untuk belajar tentang politik pada masa Gus Dur yang sebagai sosok kontroversi dalam masanya, beliau lebih mengedepankan supremasi keadilan atau supremasi hukum seperti yang telah disampaikan oleh Virdika dalam bukunya” ungkapnya.   

Ahmad Labib Asrori juga mengatakan, "buku ‘Menjerat Gus Dur’ sangat perlu untuk dibahas dikalangan pelajar dan mahasiswa karena generasi kedepan wajib tahu sejarah bahwasanya seorang Gus Dur dilengserkan murni karena kecelakaan politik."

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Magelang ini berharap masyarakat umum tercerahkan. Bahwa, Gus Dur dilengserkan bukan karena terlibat skandal, namun disebabkan permufakatan jahat beberapa elit politik.

Salah satu peserta bedah buku, M. Adnan (22), mengungkapkan, buku ‘Menjerat Gus Dur’ begitu monumental dan sangat menghebohkan. Sebab karya ini membuat kita lebih jujur sebagai anak bangsa dalam menyikapi problema dan sejarah bangsa kita sendiri."

Acara yang berlangsung dari siang hingga sore hari ini diikuti oleh 100 peserta yang mayoritas kalangan Nahdliyin dan umum. Sejumlah kiai dan pengurus PCNU kabupaten Magelang, LTN NU, IPNU & IPPNU juga terlihat hadir di forum ini.


Kontributor: Thoyyib Rizqi
Komentar

Terkini